Tuesday, April 23

It's Nothing Part II LOL


Ohayonichiwa~!!!
Kemarin udah publish gambar, sekarang publish gambar lagi, tapi agak gak nyambung sama alam sih (tapi kan ada pohon sama sungainya), soalnya gambar orang lagi main petak umpet, awkawkawkawk :v ('w')//
#pas gambar, np. nya Boku no Sakura, jadi kukasih gambar apalah itu kecil-kecil XD.



Monday, April 22

It's Nothing

Heuh, karena Author lagi kurang kerjaan banget... XD Akhirnya menggambar dah, jelek sih... masih perlu latihan soalnya


22 APRIL 2013 ; HARI INI HARI BUMI 2013

OHAYOU~!
Yak, hari ini Author senang sekali, karena hari ini adalah hari Bumi. Tadi Author sempat browsing di Google, ada sebuah gambar  ini nih :
Benar juga itu gambar, Minna-san. Soalnya, nggak cuma pada tanggal 22 April aja kita memperingati dan sadar akan hari Bumi, tapi SETIAP HARI (capslocked bolded underlined red-coloured, hahaha)
Percuma dong kalau tanggal 22 April kita ikutan kampanye atau memperingai Hari Bumi, tapi kalau selain 22 April nggak ngapa-ngapain?! Alias nggak peduli sama lingkungan? Sama aja bohong lah... XD

Oh iya, ngomong-ngomong, hari Bumi adalah penanda hari jadi lahirnya suatu perubahan pergerakan peduli lingkungan sekitar 1970-an.
Promotor sekaligus pemrakarsa hari Bumi adalah seorang senator bernama Gaylord Nelson dari USA. Ia mendesak para politikus untuk memasukkan perkara lingkungan ke dalam agenda nasional. Wah, sugee ya, berani ambil tindakan!

Nah, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperingati hari Bumi (SETIAP HARI), buuuuanyak malah, beberapa di antaranya adalah :
1. HEMAT LISTRIK : Hemat energi, hemat beb... Kan lumayan tuh, bayar listriknya juga lebih murah.
2. KURANGI PENGGUNAAN AIR, gunakan air ketika perlu saja, matikan kran jika bak penampung air hampir penuh, agar tidak ada air yang terbuang. Gunakan sisa cucian sayur untuk menyiram tanaman. Kalau bisa, usahakan jangan mandi pakai bak mandi ya, soalnya banyak air terbuang percuma. Alternatifya, bisa pakai shower.
3. TANAM POHON. Ada ruang tersisa di halaman rumah? Nggak salah kok kalau ditanami pohon (tapi liat-liat kondisi dulu ya) atau... Ikutan gerakan menanam pohon yang diadakan organisasi lingkungan hidup, kalau di sekitarmu tidak ada, kalian bisa buat acara menanam pohon sendiri bersama teman-teman atau warga sekitar rumahmu. Tapi izin dulu kepada pihak yang berwenang ya... Coba lihat gambar di bawah nih... (tapi nggak mungkin kan nanam pohon segede itu di halaman rumah) Pohonnya gede dan rindang ya, nggak kebayang betapa comfortable nya duduk-duduk di bawah sana, hahaha.
4. CYCLING TIME : YES! RIGHT! Bersepeda? Nggak masalah... Yang penting tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Selain menghemat bahan bakar minyak, bersepeda juga bikin sehat. Lebih seru lagi kalau naik sepeda sampai ke daerah yang jauh dari perkotaan, weuuh... Sawah banyak, pohon-pohon masih tumbuh berjajar di tepian jalan, sungai masih bersih, dan udaranya sejuk.
5. KURANGI AC alias AIR CONDITIONER alias PENDINGIN RUANGAN : He eh! Daripada pakai AC, mending kita duduk di bawah pohon, lebih natural. Selain itu, AC juga butuh banyak listrik, mahal lagi bayarnya, padahal orang jaman sekarang pengennya murah dan praktis, nggak rempong gitu lah. Tapi... Kalau memang perlu, AC itu juga bisa dinyalakan, asal nggak berlebihan. Karena semua yang berlebihan itu nggak baik.
6. JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN : Kalau memang gak ada tempat sampah, masukin ke kantong dulu. Kalau sampahnya sampah organik atau sampah basah, bawa kantong plastik untuk menaruh sampah tadi, kalau nggak mau, kita harus menahan diri Minna-san, emang susah sih menerapkan kebiasaan ini, tapi toh manfaatnya nggak cuma buat kita, tapi buat orang banyak. Masa nggak malu sih, buang sampah sembarangan. >.< (duh, bahasanya ngejleb banget)
(Author juga berusaha menerapkan kayak gitu nih, kita terapkan rame-rame yah)


The last, but not the least, (copas kalimat di atas) EVERYDAY IS EARTH DAY! SELAMAT HARI BUMI 2013! 

Btw, Author minta maaf nih, kalau bahasanya alay, ga jelas banget, memberi kesan aneh, dan typo bertebaran dimana-mana, XD

(Source : http://cellscromosom.wordpress.com/2012/04/22/hari-bumi-sedunia/ dengan pengubahan seperlunya dan juga "what Author thinks about Earth Day" :P) 

Sunday, April 21

CEPLUKAN ; Si Kecil Kawaii nan Luar Biasa :D



Nah, Minna-san, pernah tahu buah Ceplukan apa tidak?
Kalau belum tahu, lihat gambar di atas tuh (itu pohon Ceplukan di rumah Author loh XD), dan silahkan browsing di Mbah Google (ups). Author juga baru tahu nih, kalau ternyata Ceplukan itu punya beberapa manfaat, padahal tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di tegalan (mungkin Zetsu Akatsuki tau banyak kali ya, hahaha)
Langsung saja ya...

MANFAAT CEPLUKAN :

1. Mengatasi Diabetes mellitus
Tahu kan kalau penderita diabetes, hormon insulinnya tidak berfungsi?! Nah... Ceplukan mengandung Flavonoid yang bisa memperbaiki dan mengembalikan fungsi hormon insulin dalam tubuh.
Caranya : Cuci tanaman ceplukan hingga bersih dan biarkan tanaman menjadi layu. Rebus hingga mendidih dengan 3 gelas air dan tunggu hingga air rebusan tersisa satu gelas, saring, dan minum 1 kali sehari. 

2. Mengandung Antioksidan
Kece nih si Ceplukan, dia mengandung senyawa antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas.

3. Mengobati Gangguan Paru-paru
Caranya : Cuci akar, batang, daun, dan buah ceplukan hingga bersih. Rebus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih, saring dan minumlah 3 kali sehari satu gelas. 

(Sources : http://indoblog.co/kandungan-manfaat-ceplukan-bagi-kesehatan/ dan http://www.ahlinyadiabet.com/manfaat-ceplukan-untuk-mengobati-diabetes/ dengan pengubahan seperlunya)

Jadikan Rumah Kita Sebagai Rumah Bersih dan Sehat


Konnichiwa! Pada siang (eh, sore sih) kali ini, Saya mempublish beberapa (uneg-uneg) Saya tentang cara menjadikan rumah kita tercinta (ceilah...) menjadi rumah yang bersih dan sehat. 

          Ingin rumah kita menjadi tempat yang nyaman? Ingin punya rumah yang sehat? Kami punya beberapa cara di sini, tapi, sebelumnya, ingat bahwa bersih tidaknya sebuah rumah bergantung pada kemauan anggota keluarga yang menghuni rumah tersebut.

       1)            Jaga kebersihan rumah. Buat jadwal membersihkan rumah bersama anggota keluargamu yang lain, dengan begitu, setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab masing-masing atas kebersihan rumah.

        2)            Jadikan hari Minggu sebagai hari yang menyenangkan untuk membersihkan rumah. Adakan kegiatan sederhana, misalnya berkebun, memangkas daun-daun tanaman yang kurang rapi, mengepel rumah bersama, atau menanam pohon/bunga di halaman rumah. Selain dapat menjadikan rumah bersih, kita juga bisa mempererat silaturahmi antar anggota keluarga yang lain.
3)            Pilah sampah yang ada di rumahmu. Gunakan wadah cat bekas, dengan begitu kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli tempat sampah baru. Pilahlah sampah menjadi tiga, yaitu :
a.     Sampah Organik (berisi sisa makanan, daun, sayur, kulit buah)
b.     Sampah Anorganik (berisi plastik, kresek, kain, kaleng, bungkus sabun, detergen)
c.     Sampah Bekas Wadah Minuman (berisi gelas plastik bekas air mineral, botol bekas minuman) kumpulkan sampah botol dan gelas plastik tersebut, kemudian kita tumpuk menjadi satu dan dijual kepada pengepul.

Susah? TENTU SAJA TIDAK! Kalau kita mau, pasti kita bisa! Toh rumah yang bersih itu akan memberikan manfaat bagi kita, misalnya :

1)            Lingkungan yang bersih akan menjadikan kita sehat, karena, dengan menjaga kebersihan, binatang-binatang berbahaya penyebab penyakit (seperti tikus dan kecoak) tidak akan berani menyerang!
2)            Nyaman ditinggali. Siapa sih yang tidak ingin punya rumah yang nyaman?! Kalau rumah bersih, kita bisa betah tinggal di sana, belajar pun jadi betah(cius nih bakalan belajar? Hahahaha), tidur pun bisa nyenyak.
3)            Menaikkan nilai estetika lingkungan.  Rumah yang sehat dan bersih tentu saja nyaman untuk dipandang.

Jadi, mulai sekarang, ayo kita galakkan kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan rumah, ingat, semua itu pasti memberikan banyak manfaat bagi kita. Minna-san, tenang aja, hidup sehat itu banyak manfaatnya loh, ingat, kebersihan adalah bagian dari iman.

Saturday, April 20

ADIWIYATA DAN PENERAPAN HIDUP SEHAT BERWAWASAN LINGKUNGAN


Nah, Minna-san *deuh, lagaknya* langsung saja ya, check it out! :

ADIWIYATA? PASTI BISA!
            PONOROGO? JEGEG!
            Demikianlah salam Adiwiyata yang diajarkan di beberapa di Ponorogo, termasuk sekolah kami di SMPN 1 Jetis Ponorogo.
            Adiwiyata, atau penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat dan berwawasan lingkungan di dalamnya. Penerapan ini berarti sangat luas, bukan hanya lingkungan dan fasilitas sekolah saja yang harus memenuhi persyaratan, namun yang terpenting adalah karakter yang dimiliki warga sekolah.
            Pada dasarnya, yang harus terlibat dalam hal ini adalah seluruh warga sekolah, namun, ada kalanya masyarakat sekitar sekolah perlu mengerti, apa maksud dari Adiwiyata itu sendiri, agar manfaat yang diperoleh dari program Adiwiyata tidak hanya dinikmati warga suatu sekolah, namun juga masyarakat di sekitarnya, dan harapannya, masyarakat di sekitar sekolah Adiwiyata tadi dapat menyebarluaskan manfaat tersebut.
            Sebagaimana kami tuliskan dalam judul kami, yaitu Adiwiyata dan Penerapan Hidup Sehat Berwawasan Lingkungan, kami ingin berbagi pendapat tentang penerapan hidup sehat berwawasan lingkungan tersebut.

            Penerapan hidup sehat berwawasan lakukan seharusnya dilakukan sejak dini, dimulai dari hal-hal kecil di rumah, misalnya, adik kecil suka makan permen, orangtua atau anggota keluarga lainnya sebaiknya mengajari dan mendidiknya untuk membuang bungkus permen pada tempatnya, namun, jangan lupa selalu memberi contoh pada mereka. Anak kecil memahami norma di lingkungan dengan cara imitasi atau meniru, karena itu, dengan memberi contoh yang baik, mereka juga akan meniru yang baik. Selain itu, akan percuma jadinya jika kita menyuruh adik kita membuang sampah pada tempatnya, padahal kita sendiri malah membuang sampah sembarangan. Setelah diterapkan di rumah, anak menjadi terbiasa dengan kebiasaan tersebut dan menerapkannya di tempat lain, termasuk sekolah. Anak juga suka benda-benda dengan warna yang beraneka ragam, karena itu, kita bisa sediakan dua tempat sampah di rumah, satu untuk sampah organik, dan satu untuk sampah anorganik. Kemudian, kita bisa menghiasnya dengan gambar-gambar yang disukai anak, misalnya permen, boneka, rumah, mobil, dsb. Jangan lupa untuk menuliskan “ORGANIK” dan “ANORGANIK” pada tutup masing-masing tempat sampah. 
            Selain membuang sampah pada tempatnya, biasakan diri kita untuk mencuci tangan. Hal ini dilakukan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air, setelah bermain, setelah memegang benda-benda kotor, dain lain-lain. Terkadang mencuci dengan air saja tidak cukup, karena tidak mematikan kuman yang masih menempel di tangan, karena itu gunakan sabun ketika mencuci tangan. Akan semakin menyenangkan lagi jika Guru mengajak murid membuat tempat cuci tangan mereka sendiri. Kita bisa mengembangkan kreativitas yang kita miliki. Contohnya, membuat penampung airnya dari bekas galon yang dicat warna-warni sesuai keinginan lalu diberi lubang di bagian bawahnya, kemudian, untuk menahan agar air tidak memancar keluar terus-menerus, kita bisa menyumbatnya dengan gabus, bisa juga memasang kran pada lubang tersebut jika ingin lebih mudah.
            Ketiga, makanan. Sering kita jumpai anak membeli jajan di depan sekolah—yang belum tentu kebersihan dan kandungan nilai gizinya, belum lagi jika penjual menjajakan dagangannya di dekat tempat sampah—tentu saja mengundang para lalat untuk mampir. Sekolah Adiwiyata—dan bahkan bukan hanya sekolah Adiwiyata saja, tapi semua sekolah hendaknya mampi menyediakan kantin yang memadai dan berkualitas dengan jajanan yang berkualitas pula, sehingga siswa tidak perlu membeli jajan di luar sekolah. 
Dampak negatif yang dirasakan memang belum terasa dalam jangka waktu dekat, tapi dalam jangka waktu panjang, kemungkinan baru akan dirasakan—akibat mengkonsumsi jajanan yang tidak baik. Guru juga dapat memberikan saran bagi murid untuk membawa bekal sendiri dari rumah, lebih higienis, dan jelas kandungan gizinya, serta GRATIS tentunya! J (contoh : gambar kotak makan di atas tuh)
            Jika sekolah sudah mampu melaksanakan penyediaan jajanan sehat bagi warga sekolah, sekolah bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kembali ke poin awal, bahwa manfaat sekolah Adiwiyata juga harus bisa dirasakan masyarakat, bukan hanya warga sekolah saja. Kalian siap?! HARUS SIAP dong...

(Source : Dirangkum dari pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup kelas VIII B 2012/2013  SMPN 1 Jetis) (maksudnya, pas guruku PLH lagi menerangkan, kurangkum deh materinya jadi satu) *hehehe*