Sunday, May 26

Robot Ramah Lingkungan

Konnichiwa!! Yak, karena sekarang lagi diadakan SPEZAIZ ROBOT COMPETITION 1st SE-JAWA TIMUR di sekolah Author, jadi Author mau mempost 5 robot ramah lingkungan, yaaah, copas sih, tapi lumayan juga buat nambah pengetahuan hehehehe. Oke, check it out Minna-san! ^^
(Oh iya ini sumbernya : http://pengetahuanituindah.blogspot.com/2012/01/5-robot-ramah-lingkungan.html *BTW, ini artikelnya gue ringkas, biar gampang buat memahaminya*)

1. Robot Predator (Ecobot)


Robot ini berfungsi buat menangkap hama di pekarangan rumah dan mengubahnya menjadi biogas, wih, kece banget ya. Robot ini mampu menangkap 10 hama dalam waktu satu menit pada malam hari, nah, abis itu, hamanya dikumpulkan di tempat yang sudah disediakan dan difermentasi, terus di tempat itu, bakteri akan memfermentasikan "para-para" hama menjadi biogas.



2. Sewage Pig
 


Robot ini sudah digunakan di Jerman. Fungsinya membersihkan sampah menggunakan tenaga surya. Dalam setahun, robot ini bisa membersihkan 54 juta ton kubik sampah. Gile, kebayang, betapa kerennya robot ini. Andaikan Indonesia punya, bah, langsung bersih deh. Hahahaha LOL XD *garing lu Thor*
3. Sawfish Underwater Lumberjack

Robot ini berat loh, haha, beratnya 3 ton. Robot ini digunakan untuk memanen kayu hasil dari hutan yang udah tenggelam. Yang lebih keren lagi, robot ini bahan bakarnya adalah MINYAK SAYUR.
4. Roboctopus
Robot ini digunakan untuk penelitian bawah air. Sebenernya, banyak robot yang bisa menyelam-yang melebihi Roboctpus, TAPI, robot itu bisa merusak karang-karang yang mudah pecah, beda sama Roboctopus yang punya tentakel yang punya tekstur seperti gurita beneran. Karena itu, Roboctopus dapat mempermudah peneliti mendapatkan tanda-tanda perubahan iklim di bawah laut, bahkan di tempat yang sempit. Sayangnya, robot ini masih prototype.
5. Cloudseeder 

Ini adalah robot berskala besar. Robot ini digunakan untuk memanipulasi awan dengan cara memompa partikel-partikel air, kemudian partikel itu disemburkan ke awan. Namun, para ilmuwan mengkhawatirkan kalau robot ini menimbulkan efek perubahan cuaca, robot ini pun juga masih prototype.
Nah, itu dulu ya Minna-san, gambarnya nyusul, hehehe.
Mau diterusin lomba robotnya. XD

Monday, May 13

Jeprat-Jepret!

Konbanwa~ Author ngantuk banget Minna-san, tapi, ya sudahlah. Author nggak mempost artikel sekarang, tapi, foto hasil browsing di sekitar rumah.
Minna-san tau nggak, kenapa kok daunnya bisa sampai kayak gini ? :

Jadi keriting gitu... Terus, gak bisa tumbuh dengan normal, kira-kira ini akibat dari apa ya?
*Udah takdir*

Scout in Action


Ohayou~ (^.^)- Sekarang lagi Pentas Seni sekolah nih, tapi Author pingin make new post. Baik langsung saja ya Minna-san.

Pramuka dan Lingkungan Hidup


Ada sebuah quotes "kalau tidak dikenal maka tidak disayang". Apa maksudnya hayo? dan apa kaitannya dengan alam?
Yak, maksudnya, kalau manusia tidak mau mengenali alam, maka manusia tidah disayang alam, kalau sudah begitu, akibatnya adalah "BENCANA ALAM"--> Harta dan nyawa banyak yang melayang.
Bagi anggota Gerakan Pramuka, pasti tahu dong, butir Dasa Darma kedua, "cinta alam dan kasih sayang sesama manusia", oleh karena itu, diharapkan Pramuka sudah tidak asing dengan kegiatan cinta alam.
Agar kita dapat meningkatkan bakti cinta lingkungan kita, maka kita perlu mengenal, mengerti, dan melestarikan "PATUH"
Dimana tiap-tiap hurufnya mengandung arti :
1. P-Pantai-pantai yang indah jangan dicemari
2. A-Air yang bersumber di gunung, ngarai, laut, harus dijaga kebersihannya.
3. T-Tanah setiap jengkal adalah modal besar bagi pembangunan. Maka tanah harus dirawat sebaik mungkin, lakukan reboisasi.
4. U-Udara harus dijaga kesegaran dan kesejukannya.
5. H-Hutan pelingung, produksi, cagar alam harus dijaga kelestarian satwa, flora, faunanya.
Jadi, mari kita melestarikan PATUH yaitu Pantai, Air, Tanah, Udara, dan Hutan, beserta isinya, demi kehidupan manusia selanjutnya.
Kalau pantai sudah rusak? Ada sistem TABAH untuk menanggulangi kerusakan pantai.
1. T-Tinjau pantai-pantai terdekat, catat fakta dan data yang ada.
2. A-Ambil Inisiatif, diskusikan dan laporkan fakta kepada Dinas PPA, atau pemerintah setempat.
3. B-Bakti langsung, bersihkan sampah dan kotoran di pantai, lakukan reboisasi pada hutan mangrove nya.
4. A-Aktif terus belajar dan bekerja tentang ekologi bersama ahli-ahli setempat (browse di internet, ikut organisasi lingkungan perlindungan pantai, dll)
5. H-Himpunlah kelompok kerja untuk bergantian melakukan kampanye anti pencemaran pantai, dan mencegah pembuangan sampah ke pantai.
Kalau pencemaran air? Yup! Ada cara praktis bernama "Pantang TAWUR"
1. Tidak membuang kotoran ke sumber air
2. Amankan air dari sampah, bangkai, dan pestisida.
3. Wajib menegur dengan sopan terhadap orang yang mencemarkan air dengan pukat, putas, racun, tuba, mesiu, dan orang yang membuang sampah ke sumber air.
4. Usaha menjaga dan mengawasi & melindungi kelestarian sumber air.
5. Rajin membersihkan tempat di sekitar sumber air, rajin memberi penyuluhan tentang pentingnya menjaga lestarinya air.
Sedangkan untuk Hutan, ad sebuah kegiatan bernama "Bakti HUTAN", yaitu :
1. Hijaukan tanah tumpah darah Indonesia dengan tanaman yang bermanfaat
2. Usaha atasi polusi udara dengan resep "tanaman hijau" di halaman rumah, tepi jalan, lahan gundul, dll.
3. Tanah gundul ditanami, tanah erosi dihijaukan.
4. Air dan sumbernya dijaga kebersihan dan kelestariannya.
5. Nasib binatang langka dilindungi.

Yak, sebagai kesimpulan...
PELAUT!
1. P-Pantang putus asa
2. E-Emban amanat penderitaan rakyat
3. L-Lestarikan lingkungan hidup
4. A-Amalkan pancasila
5. U-Usaha atasi kebodohan, kemiskinan, dengan jalan belajar, bekerja, berbakti, dan berdoa
6. T-Tabah dan Tahan Uji menghadapi segala godaan, bencana, dan mara bahaya, serta Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melaksanakan syariat agama.

Nah, Minna-san, cukup sekian dulu ya artikelnya, Author mau latihan buat ulangan harian senam besok. Buat gambarnya, ntar-ntar aja ya. Semoga bermanfaat, mohon kritik dan sarannya... :) OI OI OI!

Source :
Poernoto, H.S. . Peranan Pramuka dalam Melestarikan Lingkungan Hidup . Solo . TIGA SERANGKAI . 1986

Thursday, May 9

Biduri :3

こんにちは Minna-san!!
Ada yang tahu tanaman Biduri nggak?

Kalau iya, di sekitar Ponorogo, banyak tumbuh dimana ya, jawab please? Abisnya Author lagi pusing nih, nyari bunga dari tanaman ini, udah keliling–keliling tapi gak ketemu, jangan-jangan termasuk spesies khusus nih "waha Author sok tahu". Bunga yang unyu-unyu dan berbentuk unik ini ternyata bisa jadi obat, cocok sama proverb ini "don’t judge a book from its cover" ß Author mulai ngelindur nih
Bunga ini punya nama latin yang cukup kece yaitu (Calotropis gigantea (Willd.) Dryand.ex WTAit) Kalau nama daerahnya sih buuuuanyak, ada yang menyebut Babakoan, Leduri, Rubik, Widuri, Saguri, Sidoguri, Manori, Maduri, dll. XD
Baik, ini beberapa manfaat tanaman Biduri( Lainnya bisa dicari di link yang ada di bawah sendiri) :
1. Obat batuk dan sesak nafas : Bakar daun kering, lalu hirup asapnya.
2. Obat sakit gigi : Oleskan getahnya pada gigi yang sakit, tapi jangan sampai kena gigi yang sehat yah, hati-hati.
3. Digigit ular beracun : Nah ini dia... Cuci akar sebesar 1 jari sampai bersih, terus dikunyah dan airnya ditelan, ampasnya buat menutup luka gigitan.
4. Obat sakit telinga dan sariawan : Tumbuk daun muda sampai halus, airnya diteteskan pada bagian yang sakit.
5. Campak : Cuci 1/4 genggam daun Biduri & daun asam muda, 1/2 jari rimpang kunyit terus ditumbuk sampai halus, tambahkan secangkir air masak, satu sendok makan madu, diaduk sampai rata, disaring, dan diminum 2X sehari.

Nah, Minna-san, itu dulu ya. \(^-^)*/
ありがとう!! J

Thursday, May 2

Shounen? Shoujo? Have Fun Here!


 Membuat Lubang Biopori
Nee Minnasan! Pernah coba buat biopori? Kalau belum, Author mau berbagi foto dan cerita kecil tentang siswa-siswi di kelas Author yang lagi membuat lubang biopori di halaman sekolah.
Foto di samping adalah teman Author di sekolah, nggak peduli panas, tapi mereka tetep semangat buat membuat lubang memakai bor manual yang dimiliki oleh sekolah.
Pertama, Bapak Mujiono-guru PLH kami, mencongkel salah satu paving di halaman sekolah agar mudah untuk di bor, kemudian bergantian membor tanah itu. Meski becek dan harus kotor-kotoran, tapi seru sekali!


Setelah mencapai kedalaman 1,5-2 meter, kami memasukkan pipa paralon yang sudah diberi lubang bagian sampingnya, kemudian, seorang petugas di sekolah menutup bagian atasnya. Kami tidak hanya membuat satu lubang, tapi beberapa lubang di halaman sekolah.
Nah, kalau tadi yang cewek, sekarang yang cowok. Tuh kan becek banget, tapi mau nggak mau, kita harus tetep semangat! Oh iya, becek itu, karena tanahnya diberi air, biar makin mudah buat digali.
Biopori ini berfungsi untuk menyediakan tempat penyerapan air, meskipun tanah sudah dipaving, tapi air hujan masih bisa terserap, jadi Insya Allah, banjir bisa dikurangi.
Tertarik? Mau coba serunya mengikuti pelajaran PLH di sekolah kami? Hehehehe... Author iseng banget nih