Ohayou~ (^.^)- Sekarang lagi Pentas Seni sekolah nih, tapi Author pingin make new post. Baik langsung saja ya Minna-san.
Pramuka dan Lingkungan Hidup
Ada sebuah quotes "kalau tidak dikenal maka tidak disayang". Apa maksudnya hayo? dan apa kaitannya dengan alam?
Yak, maksudnya, kalau manusia tidak mau mengenali alam, maka manusia tidah disayang alam, kalau sudah begitu, akibatnya adalah "BENCANA ALAM"--> Harta dan nyawa banyak yang melayang.
Bagi anggota Gerakan Pramuka, pasti tahu dong, butir Dasa Darma kedua, "cinta alam dan kasih sayang sesama manusia", oleh karena itu, diharapkan Pramuka sudah tidak asing dengan kegiatan cinta alam.
Agar kita dapat meningkatkan bakti cinta lingkungan kita, maka kita perlu mengenal, mengerti, dan melestarikan "PATUH"
Dimana tiap-tiap hurufnya mengandung arti :
1. P-Pantai-pantai yang indah jangan dicemari
2. A-Air yang bersumber di gunung, ngarai, laut, harus dijaga kebersihannya.
3. T-Tanah setiap jengkal adalah modal besar bagi pembangunan. Maka tanah harus dirawat sebaik mungkin, lakukan reboisasi.
4. U-Udara harus dijaga kesegaran dan kesejukannya.
5. H-Hutan pelingung, produksi, cagar alam harus dijaga kelestarian satwa, flora, faunanya.
Jadi, mari kita melestarikan PATUH yaitu Pantai, Air, Tanah, Udara, dan Hutan, beserta isinya, demi kehidupan manusia selanjutnya.
Kalau pantai sudah rusak? Ada sistem TABAH untuk menanggulangi kerusakan pantai.
1. T-Tinjau pantai-pantai terdekat, catat fakta dan data yang ada.
2. A-Ambil Inisiatif, diskusikan dan laporkan fakta kepada Dinas PPA, atau pemerintah setempat.
3. B-Bakti langsung, bersihkan sampah dan kotoran di pantai, lakukan reboisasi pada hutan mangrove nya.
4. A-Aktif terus belajar dan bekerja tentang ekologi bersama ahli-ahli setempat (browse di internet, ikut organisasi lingkungan perlindungan pantai, dll)
5. H-Himpunlah kelompok kerja untuk bergantian melakukan kampanye anti pencemaran pantai, dan mencegah pembuangan sampah ke pantai.
Kalau pencemaran air? Yup! Ada cara praktis bernama "Pantang TAWUR"
1. Tidak membuang kotoran ke sumber air
2. Amankan air dari sampah, bangkai, dan pestisida.
3. Wajib menegur dengan sopan terhadap orang yang mencemarkan air dengan pukat, putas, racun, tuba, mesiu, dan orang yang membuang sampah ke sumber air.
4. Usaha menjaga dan mengawasi & melindungi kelestarian sumber air.
5. Rajin membersihkan tempat di sekitar sumber air, rajin memberi penyuluhan tentang pentingnya menjaga lestarinya air.
Sedangkan untuk Hutan, ad sebuah kegiatan bernama "Bakti HUTAN", yaitu :
1. Hijaukan tanah tumpah darah Indonesia dengan tanaman yang bermanfaat
2. Usaha atasi polusi udara dengan resep "tanaman hijau" di halaman rumah, tepi jalan, lahan gundul, dll.
3. Tanah gundul ditanami, tanah erosi dihijaukan.
4. Air dan sumbernya dijaga kebersihan dan kelestariannya.
5. Nasib binatang langka dilindungi.
Yak, sebagai kesimpulan...
PELAUT!
1. P-Pantang putus asa
2. E-Emban amanat penderitaan rakyat
3. L-Lestarikan lingkungan hidup
4. A-Amalkan pancasila
5. U-Usaha atasi kebodohan, kemiskinan, dengan jalan belajar, bekerja, berbakti, dan berdoa
6. T-Tabah dan Tahan Uji menghadapi segala godaan, bencana, dan mara bahaya, serta Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melaksanakan syariat agama.
Nah, Minna-san, cukup sekian dulu ya artikelnya, Author mau latihan buat ulangan harian senam besok. Buat gambarnya, ntar-ntar aja ya. Semoga bermanfaat, mohon kritik dan sarannya... :) OI OI OI!
Source :
Poernoto, H.S. . Peranan Pramuka dalam Melestarikan Lingkungan Hidup . Solo . TIGA SERANGKAI . 1986